Weekenders Fest

[Weekenders Fest]
.
•Bandung Supporter Alliance•
Aliansi Suporter Bandung sedang dibentuk. Diinisiasi oleh lebih dari 20 firm, komunitas mau pun individu di Bandung dan sekitarnya. Mari bergabung dalam satu wadah tanpa melenyapkan firm-firm asalnya dengan fungsi dan perspektif yang sama; anti-fasisme, anti-seksisme, anti-rasisme, dan anti-kapitalisme!
~

~
Untuk informasi lebih lanjut dan konfirmasi kehadiran, silakan hubungi; 08997200723

Yang “Kiri” dan yang Seksi: Anti Kapitalisme Sepak Bola di Ladang Kapital

 

oleh Eddward S. Kennedy

Kecuali cerita tentang New York Cosmos yang sukses memboyong Pele, Franz Beckenbauer, hingga Johan Neeskens, sejatinya tak ada yang benar-benar menarik dalam kehidupan sepak bola di Amerika Serikat. Akan tetapi, jika Anda hendak mengetahui bagaimana sepak bola dimainkan dengan cara yang tak lazim sekaligus menjadi alat perjuangan, Amerika bisa jadi salah satu negeri yang patut ditelusuri. Continue reading “Yang “Kiri” dan yang Seksi: Anti Kapitalisme Sepak Bola di Ladang Kapital”

Sepakbola, Politik, dan Kelas Pekerja

Novri Oov Auliansyah
Anggota PRP Komite Kota Tangerang

Tulisan ini diterbitkan ulang dari PRP Indonesia.

Sepakbola dan politik—walaupun FIFA bersikeras memisahkannya—sampai hari ini masih menjadi dua hal yang selalu berjalan beriringan, keduanya masih menimbulkan sebab dan akibat. Tahun lalu, seorang pemain Barcelona, Gerard Pique disoraki oleh pendukungnya sendiri saat latihan bersama timnas Spanyol, lantaran pemain yang disebut di depan mendukung referendum Catalunya. Di Liga Champion tahun 2016, klub sepakbola asal Irlandia, Glasgow Celtic terkena hukuman denda, karena ratusan pendukungnya mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan kemerdekaan Palestina ketika tim mereka melawan tim asal Israel, Hapoel Be’er Sheva. Continue reading “Sepakbola, Politik, dan Kelas Pekerja”

Bagaimana Sepakbola Diterima dalam Anarkisme: Wawancara dengan Gabriel Kuhn

BERIKUT INI adalah terjemahan wawancara yang dilakukan oleh FREEDOM: Anarchist Media, Publishing, and Bookshop dengan Gabriel Kuhn, seorang anarkis dan mantan pesepakbola semi-profesional asal Austria yang pernah menggagas pamflet Anarchist Football (Soccer) Manual bersama kolektif Alpine Anarchist Productions dan menerbitkan buku—bersama PM Press—berjudul Soccer vs. the State: Tackling Football and Radical Politics, tentang sepakbola, anarkisme, dan olahraga di dalam dunia yang lebih baik daripada hari ini. Continue reading “Bagaimana Sepakbola Diterima dalam Anarkisme: Wawancara dengan Gabriel Kuhn”

Kolektif Sepak Bola Anarkis

Sepak bola, bisa disebut sebagai olahraga terbesar di dunia. Entah karena “mudah di jual”, permainan yang menarik, atau alasan lainnya yang menjadikan sepak bola sebagai olahraga yang sangat mudah diterima oleh berbagai kalangan masyarakat. Tapi sekarang, sepak bola semakin berubah. Kemajuan sepak bola itu sendiri akhirnya, di sengaja atau tidak, semakin menunjukan bahwa sepak bola kehilangan “jati diri”-nya.  Continue reading “Kolektif Sepak Bola Anarkis”

Anarkisme dan Kesalahkaprahan Maknanya dalam Sepakbola

oleh

Agak menggelikan rasanya ketika tahu bahwa di zaman digital seperti saat ini terma ‘anarkisme’ masih saja ditafsirkan sebagai ‘sumbu’ keonaran. Terlebih jika ‘anarkisme’ dikontekstualisasikan ke dalam lingkup sepakbola, maka purna sudah salah satu ideologi yang paling ‘manusiawi’ tersebut menjadi faktor pertama penyebab mengapa barbarisme peradaban tak kunjung selesai. Pemikiran dangkal seperti itu sudah saatnya dibabat. Anarkisme dalam sepakbola bukanlah sebuah dosa yang harus masuk ruang purgatori. Continue reading “Anarkisme dan Kesalahkaprahan Maknanya dalam Sepakbola”